Kamis, 11 Februari 2016

[Request] Adegan Emosional : Karakter Mati

WOY ITU PERTANYAAN DARI TANGGAL 25 BULAN KEMARIN BARU DIJAWAB SEKARANG.

ROHALUSS GILE.

Wallah, saya yang gak suka ngebunuh pake perasaan sih gini. Ditanya soal gimana cara ngebunuh karakter dan bikin adegannya emosional GAK TAU HARUS JAWAB APA. D':

*cough*

Langsung aja saya... BUKA INTERNET BUAT CARI TAU. Soalnya, pengalaman saya sendiri...

1. Bunuh karakter kalau emang plot berkata demikian (kurang sayang karakter?)
2. NO ROMANCE NO NO NOPE NOPE NOPE nope no.....


So yeah, that's it. Aku harus tanya-tanya temen, baca buku buat referensi (and fuckin hell, saya cuma punya buku yang lebih banyak marah daripada nangis), tanya internet... Saya sampai minta izin buat bikin cerpen di wZha Writing Club dan minta masukkan anak-anak di sana, but oh well... gak sempet. Sudahlah...

So here's my conclusion:

CIRI-CIRI KARAKTER MATI SECARA BAGUS (kita bahas di tutorial berikutnya, soalnya kita fokus ke emosinya bukan ciri-ciri mati bagusnya. Eh aku udah nulis ini belom sih? Asa udah...)

1. Kematian karakter itu memajukan plot
2. Karakter itu mati karena keinginan orang jahat-nan-galak *mwahahah*
3. Karakter itu mati dan memotivasi orang di sekitarnya
4. Karakter mati karena kesalahan fatal karakter lain
5. Mati karena emang tema bukunya (e.x : Tentang perang dan pengorbanan)
6. Untuk realisme


TEKNIS

Sambil dengerin lagu mellow boleh-boleh aja
Malah, menurut aku ngebantu banget deh. Aku gak bisa mellow kecuali ditemani oleh lagu-lagu mellow. Aku kasih deh link lagu sedih kalau sempet di sini, sekalian sama judulnya. Kalau kamu suka anime, borong semua lagu sedihnya.

Yang suka aku dengerin pas mau mellow maksimal:
1. Yiruma : River flows in You
2. Undertale OST : His Theme (Slowed down version)
3. Undertale OST : Undertale (buat adegan yang enggak nangis tapi bikin 'awww getoooh)

Basicly almost slow-temped song in Undertale fits me so well, tapi kamu bisa cari lagu yang cocok buat novel kamu.

Buat yang berlirik :
1. Priscilla Ahn : Fine on The Outside (My sis Recommend dis, thank you MaMoonlight!)
2. Owl City : Silhouette (instrumental fine for galau max)


Kalau bukan anak audiotorial, ya jangan coba-coba tips ini
Terutama yang gak biasa, saya saranin JANGAN YANG BERLIRIK. Nanti malah ikut nyanyi! Udah instrumental aja kalau mau coba. Kalau ngerasa terganggu, STOP. Udah. Titik. Inimah audio-person aja yang cocok sama tips pertama.

Cabut, next langsung!


1. Gak apa-apa pake keju dikit
Agak lebay? Biarin. Kebanyakan keju dikit gak apa-apa asal gak bikin eneq. Ya... banyakin aja deskripsinya dikkiiiiit... ya inimah penulis harus kira-kira berapa banyak 'deskripsi berbunga-bunga' yang digunakan...

...jangan berlebihan nanti eneq loh.

2. Fokus pada apa yang membuat feels itu ada,
Jangan fokus pada air mata, pada teriakan, pada isak tangis... tapi fokuslah pada hal-hal kecil yang membuat perasaan itu muncul. Mungkin kenangan yang datang tiba-tiba? Kalimat terakhir yang ia ucapkan? Atau mungkin, a promise?

Enggak bilang kamu gak boleh sebut karaktermu meraung di tengah hujan gerimis musim gugur, enggak. Tapi lebih baik fokus pada hal-hal penuh feels-nya daripada feel yang dirasakannya. Jadi pas dia sekarat, coba biar karakter lain inget janjinya yang tidak ia tepati, tentang kenangan terakhirnya, dan lain-lain. Gitu... deh...

3. Pelan-pelan
Ya, butuh proses. Saya juga yang biasanya nulis 3 halaman sehari, kalau ada adegan ber-feels bisa 3 halaman seminggu. Ya... gapapa, itu proses.


Ya segitu ajalah. Aku... aku nyerah. Semoga membantu!

Jumat, 15 Januari 2016

Sinopsis 1 Halaman : Menulis Sinopsis


PARAGRAF 1 :
1. Perkenalkan dua main character-mu. Protagonis dan Antagonis
2. Apa yang terjadi pada awal cerita?
3. Mereka ada di mana?
4. Mereka lagi ngapain?
5. Apa sih yang mereka lakukan saat awal cerita dimulai?

PARAGRAF 2 :
1. Apa sih yang direncanain protagonis kamu?
2. Terus, terus si Antagonis ini mau ngapain?
3. Gimana cara mereka melakukannya?
4. Dimana?
5. Kapan?
6. Kenapa?
7. Masukin karakter lain hanya kalau memungkinkan

PARAGRAF 3 :
1. Akhir ceritanya gimana? UDAH JANGAN BASA BASI SAMA PENERBIT BANG, PENERBIT MAU TAU AKHIR DAN AWALNYA KOK. INI KAN SINOP BUAT PENERBIT.

Cheers

Sumber : www.writerswrite.co.za
OKE, AKU EMANG EDIT BANYAK KOK.

Rabu, 30 Desember 2015

[Ralat] Tentang Psikopat Part 1

Aku pernah bilang, nulis psikopat itu menyebalkan, bukan?

Setelah saya membaca banyak artikel, well... aku memutuskan untuk menantang diri dan menulis tentang seorang Psikopat yang sadar bahwa dirinya adalah seorang psikopat.

Satu hal yang pasti, aku gak bisa bikin mereka merasakan apa yang orang di sekitarnya rasakan. Bukan karakter yang pantas ditulis dalam sudut pandang 'orang pertama karakter utama', tapi mungkin bisa ditulis dalam 'Orang pertama pengamat' atau 'orang ketiga'.

Ternyata ada tantangannya sendiri, dan sangat menarik.



APA SEMUA PSIKOPAT JAHAT?
Tidak. Tidak, tidak, tidak. Beberapa psikopat, jika ditangani dengan tepat, bisa hidup normal seperti kita semua. (Well, kecuali kalian, pembaca, adalah psikopat, maka coret kata 'kita' dan ganti jadi 'kami')

Psikopat yang jahat kebanyakan adalah orang yang telat sadar kalau mereka ini psikopat.

Ada pernyataan dari Self-aware psychopath bahwa mereka bilang 'hidup itu membosankan', tapi tidak dapat merasakan penderitaan juga enak-enak aja, tuh. [LINK] Another notes, kebanyakan psikopat yang sadar bisa menyesuaikan diri dengan norma di masyarakat. [LINK] Berbeda dengan sosiopath yang gak tau norma, Psychopath sadar adanya 'aturan dunia' dan 'norma masyarakat'. Mereka bisa menyesuaikan diri dan hidup berdampingan bersama kita.

Well, 1 dari 100 orang itu angka yang cukup besar, loh. Kamu pasti pernah ketemu psikopat sebelumnya.


APA MEREKA BISA MERASAKAN EMPATI?
Ya.
Ada penelitiannya, tapi sialan, saya lupa link-nya. Mereka punya 'tombol empati' di kepala mereka, dan enggak aktif selalu. Kalau mau, mereka bisa. Penelitian ini juga mendapat apresiasi, katanya sih bisa jadi bahan bagus untuk merehabilitasi kriminal psikopat di penjara.

Oh, enggak, ketemu ding. Ini [LINK] But then, ya... baca aja dah. Jadi mereka bisa, kalau mereka usaha menekan tombol empati di kepala mereka. Cuma, kalau keadaan normal, tombolnya off.

Jadi mereka bisa kalau maksain diri. Welp.


TENTANG KELUARGA
Aku mulai membaca artikel tentang bagaimana psikopat memandang keluarganya. Karena otak psikopat berbeda dengan kita, 99 persen penduduk dunia, cara mereka memandang keluarga agak berbeda. Keluarga sama seperti orang asing. [LINK] Tapi tetap saja, ada sesuatu yang membuat seorang psikopat menganggap keluarga berbeda. Mungkin karena sisi logika mereka mengatakan bahwa mereka salah satu orang


TENTANG KEBAHAGIAAN
Mereka enggak merasakan apa yang orang yang dianggap normal di masyarakat rasakan. Kebahagiaan kita mungkin dirasakan karena hubungan, cinta, kasih sayang, dan lainnya. Kebahagiaan orang psikopat dirasakan karena... beberapa hal. Yang enggak 'normal' juga. (Bagi mereka sih normal-normal aja tuh) Ingat, mereka punya moral sendiri.

Mereka bahagia kalau mencapai target yang mereka inginkan, dan lainnya. 'Gituan' di kasur sama lawan jenis juga. *ohok, 18+ rating?* Atau juga... em... kalau mereka membuktikan bahwa mereka lebih superior daripada orang lain.

Pokoknya gitu.


PENDERITAAN PSIKOPAT
Baca disini [LINK]


Nah, segitu aja dulu ya, tentang psikopat. Saya mau nulis lebih banyak lagi soal psikopat karena ASTAGA MEREKA BAGUS BUAT KARAKTER PENDAMPING. Tapi males amat kalau buat karakter utama. //pendapat pribadi//

Semoga membantu

Rabu, 16 Desember 2015

Psychopath Character (?) | Q 'n A Requested Tutorial


Meh. Psikopat. Dan sebelumnya, saya minta maaf karena tutorial tentang asrama gak akan dilanjut. Rasanya gimana gitu.

Ada dua alasan sih aku bilang 'meh'.

Satu, aku gak suka bikin karakter psikopat pembunuh. Daripada bikin karakter psikopat, aku lebih suka bikin distressed/ revenge seeker/ pembunuh bayaran/ orang-yang-punya-alasan-buat-ngebunuh/ ect. Ada jauh lebih banyak lautan konflik di dalamnya.

Kedua, aku gak suka sterotype yang mengatakan orang psikopat itu jahat. Karena tidak semua psikopat itu pembunuh dan tidak semuanya jahat.

Baik, daripada aku menulis bagaimana caranya membuat karakter psikopat, lebih baik aku jelaskan apa itu psikopat. Ada satu blog keren disini, tentang catatan hidup seseorang yang menulis, dan dia adalah psikopat.

Ini recommend reading dari saya buat yang mau nulis karakter psikopat. Di artikel itu, isinya tentang catatan hidup pria yang terkena diagnosis psikopat setelah berumur 18 tahun (dia membunuh seseorang dan masuk penjara). Dan dia menjelaskan perjalanan hidupnya mencari tahu; Siapakah saya ini? Cheers.



Sekali lagi kukatakan, PSIKOPAT =/= PEMBUNUH.

Sure, mereka punya masalah di dalam otaknya sehingga mereka menganggap emosi adalah sebuah paksaan. Mereka kadang tidak tahu apa yang mereka lakukan itu salah karena mereka memegang moral sendiri.

Simpati mereka kurang. Mereka mungkin bilang, 'oh, malangnya.' Tapi mereka tidak bisa merasakan hal yang sama dan tidak peduli. Kurang empati? Ya. Mereka juga kurang merasakan beberapa perasaan lain seperti; Cinta, rasa takut, rasa bersalah... perasaan seperti itu cuma kayak paksaan dari luar. Hal itu seperti sesuatu yang orangtua dan orang-orang sekitar paksa mereka untuk rasakan.

Bukan karena kejadian yang membuat trauma, tidak. Mereka memang terlahir dengan otak yang berbeda dengan kita yang merupakan mayoritas 99% populasi dunia.

Sekarang jaman modern. Mereka perlahan mempelajari diri mereka sendiri dan hidup bersama kita semua dengan tenang. Mungkin satu dari seratus temanmu juga kesulitan merasakan apa yang kau rasakan, dan dia adalah psikopat berjalan yang pura-pura memiliki perasaan. You might want to check your friends for now. Populasi 1% dunia itu berarti banyak loh.


Aku rekomendasikan kamu untuk mempelajari apa itu psikopat sebelum menulis tentang psikopat. Aku baru dapat segini, nge-search selama 1 jam. Sebuah artikel tentang pencarian jati diri seorang psikopat, sebuah blog tentang sindrom lain yang MIRIP psikopat (Asperger's Syndrome a.k.a Autis-psikopat).

Dan kalau kamu mau nulis ini betul-betul, jangan alergi sama bahasa inggris.

Mungkin saya bakal lanjut, mungkin tidak. Karena ingat, saya tidak punya rasa dengan apa itu yang disebut 'psikopat'.

Kecuali.... hm... sepertinya tantangan ini bagus juga.

Dan saya masih bingung, nak.
Seriously, what's so fun writing a character with no feelings.

Sabtu, 12 Desember 2015

Menulis Paragraf [Q 'n A Requested Tutorial]

HORE, REQUEST TUTORIAL OFFICIAL PERTAMA!
*lempar confetti*
Tapi kenapa coba pertanyaannya yang gak bisa saya jawab?!

Serius, saya enggak punya teknik buat hal ini. Saya sendiri nulis paragraf seadanya, dan saya enggak takut nulis Non-effective paragraph karena... saya ini bukan tipe penulis yang suka pakai Show. Saya lebih suka pakai Tell, dan gaya tulisan saya jarang rentan terhadap NEP ini.

Saran saya untuk menghindari NEP, buatlah paragrafmu seefektif mungkin. Meskipun kamu showing, ya, cobalah untuk mendeskripsikan apa yang perlu dideskripsikan. Apa gunanya mendeskripsikan selimut yang ia gunakan kalau akhirnya selimut itu enggak ada apa-apanya.

Eh, kecuali kalau membangun suasana dan latar.

Tuh kan, saya suka merusak apa yang ditetapkan penulis lain...

*cough*

Udah, saran saya sih satu. Jangan dihindari dan...

DON'T LET YOUR DREAMS BE DREAMS

Karena kalau kamu terlalu fokus menghindari NEP, nanti malah enggak nulis-nulis. Embrace the NEP. Setelah first draft kamu selesai, baru edit. Editnya kalau perlu bareng sama orang-orang yang bisa ngedit. Kalau bisa, baca keras-keras. Kalau kamu bisa... makan aja tuh NEP sambil teken backspace, diselimuti enter dan jari-jari yang belepotan huruf keyboard.

Menulis paragraf yang benar, ya? Em... Paragraf apa?

Deskripsi/Narasi : Five Sense Technique
Jangan batasi dirimu hanya dengan apa yang karaktermu lihat. Apa yang mereka cium? Apa yang mereka rasakan? Apa yang mereka pikirkan saat merasakan semua hal itu bersamaan?

Langsung aja ke contohnya. Karakter saya, Elizabeth Dwayne (dia bakal jadi karakter di komik gabungan sekolah saya EGS tercinta), sedang berjalan pulang.

Taruh kalimat utama di awal, lalu tambahkan dengan bumbu-bumbu indera;
1. Apa yang kemungkinan besar ia lihat?
2. Bagaimana suasana di sana?
3. Apa yang ia rasakan?
4. [insert berbagai macam indera di sini dan buat pertanyaannya, because I'm super lazy right now]

Hari sudah terlalu sore, dan Elizabeth Dwayne memikirkan alasan seandainya ayah dan ibunya bertanya apa yang ia lakukan sampai pulang terlambat. Sambil berjalan, iamendangahkan kepala, melihat lampu-lampu toko yang berkelip indah. Etalase yang menjajakan makanan dengan aroma kayu manis membuatnya lapar. Tapi dia tetap harus berjalan. Dia tidak punya uang untuk membeli roti dan makanan manis itu.

Untuk narasi sendiri, inspirasi saya ada tiga penulis. Kalian pasti tahu dua penulis FantasTeen yang sering saya ulang namanya disini, sampai-sampai aku yakin kalian tahu sebelum saya sebut. Buat yang baru nongol di blog saya, yah... Siapa lagi kalau bukan Abang Fauzi Maulana dan Mbak Ziggy.

Khusus untuk penulis lain, ada satu yang bernama Anthony Hyde, Penulis dari The Red Fox, saya punya bukunya sendiri, dan saya kelepek-kelepek pas baca narasinya.

Aku punya bukunya Anthony Hyde, beli di Reading Lights dan... astaga, saya mungkin lebih suka dia daripada JK Rowling. NOPE. Aku gak pernah baca buku JK Rowling versi bahasa inggris. Sementara, dia panutan saya untuk orang yang bisa membangun suasana.

(nb : saya jatuh cinta sama karakter Robert Throne di sana)


Dialog/Monolog : Cut, Curse, Clever, and Clean
Ini saya dapet tips dari berbagai sumber, dan hell yeah, it helps me a lot.

CUT : Potong aja kalimatnya supaya lebih hidup. Kalimat asli jarang selesai, terutama kalau lawan bicaranya mau cepet dan enggak sopan.

CURSE : Orang kadang ceplak-ceplok (telor?) berbicara menggunakan bahasa kasar. Lihat saja orang-orang yang suka nongkrong di pinggir jalan dengan kawan-kawannya. Tapi ingat rating dan tujuan pembaca kamu.

CLEVER : Jangan bikin percakapan bego. Maksud saya, ya... kalau lagi berbicara soal mayat, pastikan kalian tahu apa yang kalian tulis. Jangan sampai kalian digampar pembaca yang tahu lebih banyak daripada kalian! (Kecuali kalian lagi nulis karakter sok tahu, itu lain cerita)

CLEAN : Udah, bicara yang penting aja. Jangan banyak basa basi dah.


Udah ya, semoga membantu! //perasaan enggak deh, bang

Selasa, 24 November 2015

7 Dillema Menulis Naskah Novel (dan Cara Memperbaikinya)

Alih-alih tips, ini mah catatan pribadi yang mau saya bagiin. Kenapa? Ya, soalnya saya juga sering dillema dalam menulis naskah.

Anyway, ini artikel aslinya. ^^


1. CERITA MULAI TERLALU LAMBAT
Kamu terlalu banyak ngasih backstory. Atau karena kamu enggak yakin 100% tentang apa yang karaktermu akan lakukan? Yah, itumah derita kalian lah.
SOLUTION : Ambil buku tulis, nah. Pisahin backstory sama naskah kamu. Kamu punya kesempatan mention backstory di naskahmu kok nanti, jangan terburu-buru aja.

2. KARAKTERMU TERLALU BAIK
Kadang kamu sadar bahwa karaktermu itu agak sue-ish. TIDAK!! Karakterku terlalu sempurna dan tidak punya kelemahan, jadinya sedikit menyebalkan! Bagaimana ini?
SOLUTION : Buat sesuatu yang kecil aja dulu, nanti sisanya bisa ditambahin belakangan. Misalnya, dia suka terlambat karena sering neken tombol snooze alarm. Atau yang agak sederhana - dia suka melamun jadi temen-temennya gak suka sama dia.

3. DUNIAMU ENGGAK HIDUP
Aku gak pernah kena yang satu ini soalnya *ahem* SAYA FOKUS SAMA WORLDBUILDING, AND IT'S HELLA FUN. Tapi karena dunia fantasy (terutama) adalah karakter tidak terlihat, maka penciptaannya pun harus sedikit hati-hati. Kadang kalau salah, kamu kayak bikin cerita di ruang hampa loh guys...
SOLUTION : 5 indera! (Lihat, cium, dengar, sentuh, dan perasa) Biarkan karaktermu berinteraksi dengan karakter tidak terlihat ini sehingga duniamu lebih terasa manis, (Atau pahit *ohok* Regrets the Novel sebagai con-- woy belum terbit woy)

4. EDIT SAMBIL NULIS
...jujur, saya sering melakukan hal ini. Novel jadi gak berkembang sama sekali.
SOLUTION : Bikin peraturan. Jangan edit pas nulis. Edit 15 menit atau 30 menit sekali untuk permulaan...

5. CERITAMU GARING DI TENGAH
Ya... tiba-tiba ceritanya garing. Titik. Ini juga masalah yang saya alami sekarang, dan saya menyesal tidak merencanakan dengan sungguh-sungguh.
SOLUTION : Menulis plot dengan sungguh-sungguh. Titik. Misalnya nulis 15-30 halaman terfokus pada inti ceritanya. Dialog penting, konflik penting, segalanya! Nanti dikembangkan perlahan setelahnya. (Btw ini belum saya coba kemujarabannya, tapi kayaknya saya bisa dengan cara ini)

6. DIALOG TERLALU SEDIKIT ATAU TERLALU BANYAK
Nuff said.
SOLUTION : Tunjukkan emosi di tiap dialog, sehingga karaktermu bisa berkembang hanya dengan merespon hal di sekelilingnya. Ini juga bisa jadi media untuk menyatukan hati pembaca dan karaktermu, jadi.... lakukan sajalah. Ini mah menurut saya sendiri harus pake hati.

7. KAMU BOSEN SAMA CERITA KAMU
Pergi ke poin nomor lima dan klik link-nya. Soalnya ini juga yang sama... dan ini jujur yang paling susah diobatin.

Tapi untuk yang satu ini, saya mau ngasih tips tidak bedasarkan link di atas, tapi bedasarkan pengalaman pribadi.

Satu, fermentasi idemu. Vacuum nulis selama beberapa hari, pikirkan ide yang lebih baik, tulis kemungkinan baru. Tapi jauh-jauh sama yang namanya keyboard dan file menulis kamu. Ideku, yang ditolak FantasTeen 3 tahun lalu (atau dua?) sekarang sudah cukup baik setelah saya tidak apa-apakan selama 6 bulan didiamkan. Dengan bantuan enzim dari ragi (apalah lu kira difermentasi beneran apa) First Reader, saya menemukan cara untuk menyelesaikan cerita membosankan ini dan membuatnya menjadi ide bagus. (jujur saya harus menghapus 3 karakter kesayangan saya untuk melakukan hal itu, tapi saya lega bahwa ide saya bisa hidup kembali)

Dua, ubah dari awal. Bukan dari plotting, tapi dari ide. Dari dasarnya. Lalu tanyakan, kenapa kamu bosan? Terlalu banyak ide? Terlalu sedikit konflik? Perlahan kamu bakal sadar dimana salahnya, dan kamu bisa menulis lagi. (Cara ini beresiko tinggi, tapi saya berhasil menyelesaikan Regrets dengan cara ini)

Tiga, buat backstory. Nanti kamu tahu mau nulis apa.

Empat, RANDOM WRITING. Masukkan mayat, tambahkan ambush, buat lebih banyak elemen kejutan dan apalah. Suer.


Rohie out.

Sabtu, 21 November 2015

10 Langkah Menghilangkan Bukti Pembunuhan [Tips Menulis Crimefiction]

Berniat membunuh seseorang? JANGAN!

Saya share ini biar kalian tahu bagaimana cara menulis crimefiction. Kamu mau menulis detektif yang keren, maka pelakunya harus lebih keren lagi! Berikut adalah petunjuk untuk karakter keren kamu supaya detektifmu yang keren enggak bisa menangkap dia dengan mudah.

Yups.
Click for full view,
Or see it [HERE]
1. DNA ADALAH ALASAN KUAT UNTUK MENANGKAPMU
a. Jangan tinggalkan DNA

b. Membunuhlah di tempat yang pasti banyak DNA tertinggal dari orang asing.

c. Detergen dan pemutih yang mengandung oksigen adalah cara terbaik untuk menghilangkan DNA.


2. HAMPIR SELURUH PEMBUNUHAN DILAKUKAN OLEH ORANG TERDEKAT KORBAN (Jadi untuk hal ini, Just point someone, really.)


3.LOKASI
a. Lakukan pembunuhan di kota lain

b. Jangan berkendara sebelum membunuh, kamu akan lelah sebelum melakukan tindakan kriminal tersebut.

c. Setelah melakukan pembunuhan, jangan pergi terlalu jauh karena bisa dihubungkan dengan pembunuhan tersebut. Pergilah sampai kamu ada di luar daerah investigasi. Tidak terlalu jauh, tidak terlalu dekat.

d. Jangan ada di area TKP saat penyelidikan besar sedang berlangsung.

e. Pilihlah tempat yang jarang ada kemacetan. Jadi, saya sarankan jangan pilih Bekasi dan Jakarta. NOPE.


4. EKSEKUSI
Kamu harus merencanakan hal ini perlahan-lahan. Pastikan hal ini bisa dilakukan siang ataupun malam.


5. BUKTI
Berhati-hatilah! Detektif keren itu bisa menangkapmu sekarang, karena barang bukti seperti inilah yang membuat kebanyakan kriminal gagal melakukan tugasnya.

a. DIAMKAN mayat itu. Jangan dipindah. Jangan disentuh. Jangan disembunyikan.

b. JANGAN ambil apapun dari tubuh mayat itu.

c. Bebersih.

d. Gunakan peralatan yang benar.


6.WAKTU
Waktu pembunuhan adalah salah satu poin penting.

a. Waktu yang paling tepat untuk membunuh adalah di jam awal hari. (00.00-04.00? Yah, kalau gak ada orang islam) Biasanya orang-orang udah tidur di jam segitu.

b. Jangan bertingkah seperti orang tersesat dan misterius.


7. PERALATAN
Apa saja yang harus disiapkan?

a. Sarung tangan tebal

b. Beli alat untuk membunuh sekurang-kurangnya 1 bulan sebelum rencanamu dimulai.

c. Bayar cash, jangan pake kredit. Jangan tanya alasannya, kalian tahu sendiri.

d. Hancurkan bon dan bukti transaksi lainnya.

e. Setelah selesai membunuh, BAKAR SEMUANYA SECEPAT MUNGKIN!

Ingat, jangan membunuh menggunakan apa yang kamu punya dan jangan menggunakan merk yang biasa kamu beli, kecuali beberapa yang emang harus merknya itu.


8. ALIBI

a. Kebalikannya dengan peralatan, kamu harus booking dan merencanakan liburan dengan kartu kredit. Book hotel, main-main lah, rencanain aja. Pokoknya alibi.

b. Tinggalah di hotel tanpa kamera sekuriti.

c. Mendaftarlah untuk event. Misalnya jumpa penulis, atau seminar, atau apalah, pikirkan sendiri, kalian yang bunuh kok saya yang mikir.

d. Lakukan pembunuhan di malam hari dan segera pergi dari sana.

e. Pulang keesokan harinya.


9. KABUR!!
Kamu hampir lepas dari jerat hukum!

a. Cara terbaik untuk kabur adalah dengan sepeda, siapa tahu kamu perlu offroad.

b. Hindari orang-orang melihatmu berjalan

c. Sesuaikan dirimu dengan keadaan sekeliling.

d. Kamu harus punya cerita/alibi yang kuat.


10. SEKARANG GIMANA?

a. Hindari koran dan media berita (bahkan media sosial kalau bisa). Polisi bisa jadi menggunakan itu untuk memancingmu keluar.

b. Jalani hidupmu seperti biasa.

c. Kalau kamu ditangkap, jangan ngomong apa-apa

d. Jangan pamer kalau kamu udah ngebunuh. YA IYALAH, KAMU MAU DITABOK SIAPA KALAU KAMU NGASIH TAU?


POLISI BUTUH BUKTI UNTUK MEMASUKANMU KE PENJARA

KALAU KAMU TELAH MELAKUKAN PERKERJAANMU DENGAN BENAR, KAMU SUKSES! SELAMAT.

Cheers.

[Rohaluss Note] : Untuk novel crimefiction sendiri, buatlah karakter pembunuhmu melakukan hampir semua ini kecuali beberapa yang krusial. Detektifmu akan sangat tergugah untuk menyelesaikan kasus dari orang yang melakukan 90% dari hal diatas. Kita lihat apakah kamu, sebagai penulis, dapat membuat kisah yang menarik dengan resep di atas yang dikurangi sedikit. Bereksperimenlah.

Salam dari penulis Crimefiction amatir ini
Rohaluss