[Request] Latar Belakang Karakter: To Tell of Not To Tell?


Jujur, ini pertanyaan bagus.

Dan saya mau disclaim dulu. Saya pernah baca tips ini entah dari mana, dan obviously bukan dari blog indo. (contohnya sih saya ngarang sendiri, jangan protes dah) Kalaupun dari blog indo, saya tetep rangkum sendiri dan nulis tutorial ini sendiri, kecuali referensi. Referensi agak bahaya kalau tidak disertai sumber.

Pertanyaan terbesarnya adalah;
Jika seandainya banyak karakter yang masuk ke novel, dan jumlahnya kayak lapisan wafer Tenggo, apa kita harus menceritakan latar belakang semua orang, kayak di anime?

Jawabannya enggak. Sana pergi. Udah saya jawab, kan?



Masih belum pergi juga? Oh, oke.

Pertanyaan yang muncul jadi kayak gini;
Kapan kita menceritakan latar belakang tokoh tertentu dalam novel?

Nah, kawan. Jawabannya juga pendek banget. Seandainya latar belakang tokoh itu penting bagi cerita, maka pantaslah kalian mentuturkan masa lalu karakter kalian. Oh, wait. Itu gak pendek. Tapi kalian tahulah intinya. Ya gitu. Sono pergi.



...KALIAN MASIH DISINI? Okelah, saya breakdown dikit tentang apa aja caranya, dan hal-hal yang termasuk 'penting' bagi cerita.

Di bawah cuma contoh doang sih. A... aku gak tau harus ngejelasin apa, jadi aku langsung contoh.


P.S : Jangan dicopas ceritanya. Saya ngasal, (pertama sih itu) dan contoh-contohnya rada absurd. Kan saya juga masih belajar nulis bang. Oke. Selamat membaca.


CARA


1. Karakternya Yang Ngasih Tau Background Character


   a. Narasi POV orang pertama
Salah satu prajurit favoritku adalah Reza Salman. Reza Salman berasal dari dunia lain yang ia sebut 'bumi'. Atau 'Indonesia'. Kadang juga dia bilang 'Jawa Barat'. Saya lupa, tiap kali dia berbicara pasti lokasinya berbeda. Tapi antara tiga daerah itu. Memang agak kurang waras. Sesekali dia menatap benda persegi berwarna hitam yang ia bawa kemana-mana, membuat kami agak waswas saat pertama kali bertemu dengannya.

Dia menekuni sihir, dan selalu turun ke medan perang di sisiku. Wajahnya tidak pernah menunjukkan rasa takut. Matanya memancarkan semangat. Dia berkata, bahwa aku membawanya ke tempat yang membuatnya merasa hidup. Tapi di bar, saat aku menawarinya minum, dia selalu menangis. Aku bertanya sebabnya, dan dia berkata, ayahnya yang pemabuk membuatnya terjebak di dunia ini.

Meskipun aku tahu motivasinya belajar sihir adalah karena dia ingin pulang, aku tidak melarangnya. Toh, dia mungkin memang gila. Asalkan dia berperang demi negara ini, tanganku selalu terbuka untuknya.

  b. Kebiasaan
Waktu itu, aku terlalu lelah untuk makan malam, jadi kuputuskan untuk langsung tidur saja. Kubaringkan tubuh dan kutatap langit-langit ruangan. Kuacungkan jari tengah dan telunjuk, lalu aku menyentuh dahi, hidung, dan leher, meminta pertolongan dan perlindungan pada Dewi Hutan Monare. Ibu yang mengajariku, sejak aku menjadi pemburu, katanya untuk mengusir sial.

  c. Logat
"Ah, hujan," seru wanita berambut pirang.

"Eh, enggak separeh hujan di tanah rumput," tanpa sengaja, Yvella mengeluarkan logatnya lagi. "Ehm, maksud say... aku.... em..."

"Gak masalah kok Yov. Logat kamu manis kok," David berkata tiba-tiba.


2. Narasi (Diceritain narator)

P.S : Baca cerita di atas pakai detail dan sudut pandang orang ketiga. Oke, saya tau saya males, tapi saya juga gak mau ambil resiko cerita ini dicuri orang.

...GITU.



1. Plot

Kalau bikin contoh buat plot, ntar kepanjangan. Contohnya bisa kalian baca di FantasTeen: Lucid Dream (Ziggy Z),


2. Latar


Example: Negara penuh dengan perbudakan

"Apa, kau baru pertama kali ketemu orang mantan budak?" Enare mendorongku jauh-jauh. "Mentang-mentang orang kaya!"

Aku tahu benar negaraku tidak sempurna. Aku tahu juga banyak orang yang menjadi budak setelah ayahku meninggal. Tapi aku tidak tahu ada prajuritku - prajurit yang melindungiku - adalah salah satu korban dari kematian ayahku yang tiba-tiba. Itu menjelaskan luka yang tersebar di hampir seluruh tubuhnya - though, aku tidak yakin itu menjelaskan sikapnya yang kadang kurang ajar.


3. Alur


Kalau kamu pakai alur maju-mundur, kadang flashback dan latar belakang tokoh bisa menunjukkannya. Oke, jujur, saya males bikin contoh. Lanjut.


4. Karakterisasi


Flora menetuk-ketukan pipa besi berkarat yang ia temukan ke aspal. Mantan preman itu berdiri tegak menghadapi lima perampok yang berdiri mengelilinginya. Itu, kalau mereka pantas disebut perampok. Di mata Flora, mereka tidak lebih dari sekedar cacing tanah. Mereka berlima bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan pertarungannya dengan Polisi Bangsat yang mengurungnya di penjara tahun kemarin.

"Apa lu semua," kata Flora sambil nyengir. "Kayak baru ngeliat cewek sekali seumur hidup aja. Wajah-wajah jones kesepian."

Salah satu dari mereka yang bertubuh paling besar berbicara, "...Lu... lu jaga tuh mulut!!"

"Ini gue udah jaga mulut, bangsat." Flora mengayunkan pipa besi itu, membiasakan diri dengan senjata yang baru ia temukan. Pipanya agak bengkok, licin dan kasar. Biasanya dia membawa Machete, tapi sejak berusaha menjadi cewek normal, dia hanya membawa pisau buah di sakunya. Tidak akan cukup.

Lalu, sebelum ia menyerang, dia mengutip kalimat Polisi Bangsat sebelum dia keluar dari penjara.

"Cewek macam lo harusnya gak ngangkat senjata!!"


5. Perubahan


Example: Senang menjadi kesedihan.

Hujan deras mengguyur pagi. Narsha menggerutu, meskpun kopi hangat favoritnya tersaji dan masih panas. Kopi selalu menenangkan hatinya, tapi tidak sekarang. Sejak kematian Ern, dia tidak bisa menikmati kopi apapun. Bahkan dia tidak bisa tertawa, bercanda seperti dulu.

Tidak bisa lagi...

6. ...Lainnya?


WRITE IN THE COMMENTS GUYS! GILIRAN KALIAN!!


Untuk request tutorial, kalian chat aja admin di:
wZha Writing Club atau Tulisan Imajinasi Blog FAQ (facebook)

Atau, kalau kalian gak aktif atau bukan anggota FP di atas, ketikan pertanyaan kalian di FAQ laman di atas. Kalian boleh pake Twitter dan ask.fm, walaupun saya jarang buka, kemungkinan gak dibaca (lol). Tumblr juga okeh kok.

Okeey, selamat menulis...

Komentar

  1. hoo O.O gituuhh,, makasih deh saranya, ooh iya btw boleh minta saran novel fantasy rpg ga?? kalau tau bagi2 yaa,, soalnya sebelum ngebuat cerita kayanya aku harus lebih banyak baca dulu -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku gak tau soal buku RPG sama sekali. Taunya Gamebook. Jadi mungkin kamu cari tau sendiri aja, ya!

      Hapus
  2. wah thanks yah infonya, saya sudah mulai mencoba nulis novel fantasi nih... semogah bisa cepat selesai saya nulis(ngarep banget gue perasaan baru beberapa halaman).

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer